![]() |
[Update Kuningan] - Pilot perempuan pertama di indonesia kelahiran Kuningan tahun 1941. Rabu (14/7/2021).
Menjadi seorang pilot tentulah merupakan bagian dari cita-cita kebanyakan anak-anak di indonesia meskipun pada kenyataannya untuk menjadi seorang pilot tidak hanya dengan bermodalkan keinginan dan cita-cita saja melainkan juga harus disertai dengan pendidikan dan pelatihan khusus didukung dengan mental & nyali yang kuat.
Pilot dalam dunia penerbangan selama ini identik dengan dunia laki-laki, namun pada kenyataanya sejarah telah mencatat bahwa para srikandi indonesiapun mampu untuk mengemban tugas menjadi seorang pilot dan mampu mematahkan mitos yang beredar.
Sosok Letnan satu Lulu Lugiyati (23) Kelahiran Kuningan Jawa Barat 25 November 1941 lebih tepatnya Desa Cikaso Kecamatan kramatmulya dan Lettu Herdiani Suryanto (26) Lahir di Semarang, Jawa Tengah 19 April 1938 mereka berdua adalah pilot perempuan pertama di Indonesia terhitung pasca kemerdekaan 1945 yang tergabung didalam TNI AU Republik Indonesia yang mengemban tugas pada tahu 1964 silam.
Lulu panggilan akrabnya memiliki paras yang cantik dan senyuman manis itu berperawakan mungil yang hanya sekitar 150 Cm'an saja. namun kendati demikian perempuan kelahiran Kuningan yang menjadi salah satu dari dua pilot perempuan pertama di indonesia itu memiliki nyali yang besar yang tidak kalah hebatnya dengan pilot laki-laki.
Lulu dan Herdiani merupakan 2 dari 30 anggota perempuan didalam TNI AU pertama yang diterima pada tahun 1963. "Kalau bukan angkatan pertama belum tentu saya berminat" Ujar lulu Perempuan Asal Kabupaten Kuningan Jawa Barat itu yang juga sempat menempuh pendidikan difakultas hukum Universitas Padjajaran Bandung.
Kiprah pertama lulu dan herdiani menjadi pilot perempuan pertama di Indonesia adalah dengan menjalankan Pesawat tempur C-130 Hercules yang mengemban misi propaganda menentang pembentukan malaysia pada tahun 1964 silam yang termasuk misi tempur bagi NKRI.
Didalam suatu misi rahasia itu, pesawat C-130 Hercules yang ditumpangi oleh Lulu dan Herdiani itu menerobos gelap dan pekatnya di atas langit malam jesselton yang sekarang kota Kinabalu,Sabah Malaysia yang menjadi wilayah koloni inggris kala itu dalam menebar selebaran kertas dari pesawat TNI AU C-130 hercules yang berisikan propaganda anti inggris dan pembentukan malaysia disekitar sri aman, etikong dan wilayah selatan kota kuching serawak.
Faktanya misi yang diemban Lulu dan Herdiani ini merupakan misi yang sangat berbahaya karena telah melintasi batas wilayah NKRI dan masuk ke wilayah Negara lain, kendati demikian mereka tetap menjalankan tugasnya sebagai bentuk pengabdian terhadap NKRI. dan yang paling menarik adalah karena saking rahasianya misi ini sampai tidak memiliki nama saat dirancang.
Dan nama misipun baru tercetus ketika keduanya hendak lepas landas dari landasan penerbangan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Lulu menuturkan " saya diajak pak leo wattimena ada penerbang dan kopilot dan saya menjadi kru tambahan dalam oprasi tersebut, seusai oprasi saya membuat laporan dan bertanya kepada pak leo wattimena, 'Apa nama sandi oprasinya?' dijawab 'Kasih nama kamu saja' dan jadilah oprasi itu disebut oprasi lulu " Tegas lulu sambil tersenyum mengenang peristiwa 52 tahun silam itu.
Demikianlah suka duka perempuan penerbang pesawat TNI AU itu, dan yag tidak kalah menarik Lulu menjalin hubungan dan menikmati masa pacarannya dengan seorang perwira RPKAD yang menjadi cikal bakal Komando Pasukan Khusus atau KOPASUS yang kebetulan bertugas di irian barat yang bernama Kasad Edi sudrajat yang kini menjadi suaminya dengan saling berkirim surat via penerbang hercules TNI AU yang pulamh pergi dari bandara halim perdana kusuma ke papua. (Idrus)
Sumber : nationalgeographic.co.id (Dikutip sebagian)
Subscribe yuk, Gratis kok Hehe



Tidak ada komentar:
Posting Komentar